Dialogku Dengan Sebait Puisi

Hari itu Aku pernah ditanya oleh sebait puisi “bagaimana caramu mencintai kekasihmu?” Jawabku “seperti caramu memberikan rasa cinta pada setiap kata lalu lahirlah cinta yang tak paripurna, meski terkadang abjadmu sering dirampas banyak ucap dan sikap, seperti (r)indu yang tiba-tiba (r)agu, seperti (r)agu yang tiba-tiba (r)ayu, seperti (r)ayu yang tiba-tiba (r)usuh, meski terkadang pula aku … Lanjutkan membaca Dialogku Dengan Sebait Puisi

Iklan