Ini

Malam ini sudah sepi
Tapi tidak dengan hati
Ia masih setia menjalani profesinya sebagai pengagum sejati
Malam ini akan segera pergi
Sudah hampir menjelang pagi
Tapi semoga saja kau tak ikut pergi
Meninggalkanku sedini ini.

Tapi
Izinkan aku yang tengah sendiri ini
Mengabadikanmu dalam bait-bait puisi
Dan menjadi abdi bayangmu saat kusendiri dan dilintasi sepi
Hati kuajak berdiskusi tuk memusyawarahkan histori apalagi yang tengah dan akan terjadi
Saat ini dan hari esok nanti.

Dan menulis puisi
Membaca puisi adalah penawar agar tak ada sepi
Dan tak sia-sia sepi ini
Sepi masih membiarkanku berdiskusi dengan hati
Perihal hati itu sendiri?
Bagaimana nanti?
Akankah dirimu abadi sebagai mana sastra dan sejarah di dunia ini?

Pagi telah menjemputku dan sepi di sini
Dan
Aku tunggu jawabanmu esok hari bersamaan dengan terbitnya matahari
“Maukah kau menjadi bagian terpenting dalam hidupku ini?”

Jogja. 26/12/2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s