Titik-Titik Sepi

Putri! Kini aku makin mengerti apa itu sepi
Sepi itu apa
Itu sepi apa
Apa sepi itu
Sepi apa itu
Itu apa sepi.

Putri! Sepi itu, iya apa-apa
Sepi itu, iya itu-itu
Sepi itu, iya sepi-sepi
Seperti sepiku dan sepimu yang abadi.
Karena ini hanya soal bagaimana jiwa dan
jiwa bagaimana merasa.

Putri! Kau pernah bercerita tentang sepi
Menyendiri, sepi
Tak menyendiri, sepi
Sepi, mati
Mati, sepi
Sepi dibawa mati dalam peti mati
Mati dibawa sepi dalam peti mati
Sampai kapanpun sepi akan abadi menjadi sepi hingga kita mati, bukan?

Putri! Bukankah kita manusia yang fana
Mengindahkan rasa di jiwa
Merasakan indah di jiwa
Sepi dan jiwa adalah pertempuran abadi yang tak akan fana ditelan masa Dan massa.

Putri! Sepi…
Menghantam diri pada sunyi
Melebur yang di sisi juga pada sunyi
Meski menghalalkan kebisingan
Apalagi mengharamkan kesunyian, Putri?

Putri! ajari aku cara menikmati sepi
Tanpa harus mencaci
Apalagi memuji
Biarkan apa kata hati dan hati berkata apa, hingga membawa ia kembali.

Putri sepi
Sepi putri
Jadikan aku sepi di dalam sepimu hingga kumati dan kubawa pergi lalu Kau kembali.

Jogja. 13/07/2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s